February 13, 2026

HE LOVED ME



HE CHOSE ME BEFORE THE WORLD WAS KNOWN
HE CHOSE ME TO BE HIS VERY OWN
HE MADE ME THEN LET ME CHOOSE MY WAY
I CHOSE TO MOVE AWAY.

HE LOVE ME WHEN HOPE HAD TAKEN WING 
HE LOVED ME WHEN I LOST EVERYTHING
HE BOUGHT ME REDEMPTION WORK WAS DONE
THRO’ JESUS CHRIST HIS SON

WHO SHALL SEPARATE ME FROM THE LOVE OF GOD 
SHALL DREAMS OF TOMORROW, PAIN, OR SORROW 
CAN THE NEED OF FOOD OR EARTHLY POSSESSIONS 
THE THREAT OF WAR OR MAN'S OPPRESSION 
IN ALL THESE YEARS,  VICT’RY IS OUR REWARD 
VICT’RY IS OUR REWARD 
THRO’ JESUS CHRIST OUR LORD

OF THIS I AM SURE 
THAT NEITHER DEATH NOR LIFE 
NOR ANGELS NOR PRINCIPALITIES
NOR POWER NOR THINGS PRESENT, NOR THINGS TO COME 

NOT HEIGHT NOR DEPTH, NOR ANY CREATURE SHALL SEPARATE ME FROM THE LOVE OF GOD

OF THIS I AM SURE THAT NEITHER DEATH NOR LIFE 
NOR ANGELS NOR PRINCIPALITIES
NOR POWER NOR THINGS PRESENT NOR THING  TO COME 

NOT HEIGHT NOR DEPTH, NOR ANY CREATURE SHALL SEPARATE ME FROM THE LOVE OF GOD THRO’ JESUS CHRIST OUR LORD

.

June 3, 2025

MEMAAFKAN TAPI TIDAK MELUPAKAN!

Katanya, kalau kita benar-benar memaafkan, kita juga harus melupakan. Tapi bagi saya, kalimat itu terdengar seperti disuruh mencuci luka dengan sabun cuci piring—bersih sih, tapi perihnya nggak ketulungan.

Saya memaafkan, karena hidup terlalu singkat untuk memelihara dendam. Tapi saya juga tidak melupakan, karena hidup terlalu berharga untuk jatuh di lubang yang sama dua kali—apalagi tiga kali, dengan lubang yang jelas-jelas sudah saya pasang plang: “AWAS TOXIC!”

Melupakan bukan syarat mutlak dari memaafkan. Justru mengingatlah yang membuat saya bisa belajar. Saya ingat bagaimana rasanya dikhianati, diremehkan, atau ditertawakan saat sedang jatuh. Bukan untuk mengutuk, tapi untuk membentuk batas. Karena memaafkan bukan berarti membuka pintu lebar-lebar untuk dilukai lagi.

Kadang, orang mengira kalau kita masih mengingat rasa sakit, artinya kita belum move on. Padahal, justru karena saya sudah move on, saya bisa menatap kenangan itu tanpa gemetar. Saya bisa mengingatnya, tersenyum, dan berkata dalam hati, “Terima kasih ya, kamu pernah ajari saya tentang siapa yang tak perlu dipertahankan.”

Memaafkan adalah tentang melepaskan beban. Tidak melupakan adalah tentang menjaga pelajaran. Dan bagi saya, dua hal itu bisa jalan bareng, tanpa saling bertentangan.

May 21, 2025

Strange Feeling "Funny, the feeling come from distance"

 Aku nggak pernah menyangka, dari sekian banyak orang di dunia ini, hatiku justru tertarik pada seseorang yang… bahkan tidak tinggal di negara yang sama denganku. Kita baru bertemu beberapa kali, tapi entah kenapa, rasanya cukup untuk membuat aku berpikir, “Kenapa dia yang terus kepikiran, ya?”

Ini bukan cerita cinta dramatis ala film—nggak ada momen slow motion atau tatapan di bawah hujan. Tapi ada hal kecil yang nyangkut. Caranya bicara. Caranya senyum. Caranya membuat aku merasa nyambung, meski beda bahasa ibu dan zona waktu.

Kadang aku mikir, mungkin ini cuma perasaan sesaat, efek ketemu orang yang beda dan menarik. Tapi semakin aku pikir, semakin aku merasa, bahwa ada hal yang nggak bisa dijelaskan cuma pakai logika. Mungkin ini cuma rasa kagum. Mungkin juga lebih. Tapi hari ini, aku nggak buru-buru cari tahu. Aku cuma ingin jujur ke diri sendiri... bahwa aku suka perasaan ini.

Kadang aku bertanya-tanya, apakah semesta sedang bercanda ketika mempertemukan dua orang dari dua negara berbeda, dengan jarak ribuan kilometer, tapi dengan perasaan yang tumbuh seperti mereka cuma dipisahkan satu meja kafe?

Aku nggak tahu apa ini sekadar rasa suka yang lewat sebentar, atau ada benih yang tumbuh diam-diam di sela-sela pertemuan singkat dan obrolan ringan. Tapi yang aku tahu, setiap kali mengingat senyumnya, cara dia bicara, atau bahkan keanehan kecilnya yang random, hatiku kayak ditarik pelan-pelan ke arahnya.

Lucunya, aku juga tahu, kita berdua hidup di dunia yang nyata—bukan di novel, bukan di film, bukan di mimpi. Ada jarak, ada kesibukan, ada kehidupan masing-masing. Tapi bukankah justru di situ tantangannya? Saat perasaan datang tanpa memedulikan logika, tanpa mempedulikan koordinat di peta?

Mungkin ini cuma cerita kecilku. Tapi kalau dia tahu... mungkin dia akan tersenyum juga.

**********************************

Never thought that out of all the people in the world, my heart would be drawn to someone who… doesn’t even live in the same country as me. We’ve only met a few times, but somehow, it’s enough to make me think, “Why is he the one I keep thinking about?”

This isn’t a dramatic love story like a movie—no slow-motion moments or staring in the rain. But there’s something small that sticks. The way he talks. The way he smiles. The way he makes me feel connected, even though we’re in different languages ​​and time zones.

Sometimes I think, maybe this is just a momentary feeling, the effect of meeting someone different and interesting. But the more I think, the more I feel, that there are things that can’t be explained with logic alone. Maybe it’s just admiration. Maybe it’s more. But today, I’m in no rush to find out. I just want to be honest with myself… that I like this feeling.

Sometimes I wonder, is the universe joking when it brings together two people from two different countries, thousands of kilometers apart, but with feelings that grow as if they were only separated by a cafe table?

I don't know if this is just a passing crush, or if there is a seed that grows quietly in between brief encounters and small talk. But what I do know is, every time I remember his smile, the way he talks, or even his random little quirks, my heart feels like it's being slowly pulled towards him.

The funny thing is, I also know, we both live in the real world—not in a novel, not in a movie, not in a dream. There is distance, there are busyness, there are our own lives. But isn't that the challenge? When feelings come without regard for logic, without regard for coordinates on a map?

Maybe this is just my little story. But if he knew... maybe he would smile too.

April 23, 2025

Forgiving vs. Forgetting

December 2020 ....

Hari terakhir gw bicara secara normal dan abnormal dengannya. Sikapnya yang acuh dan berusaha terlihat "bersih" semakin membuat gw emosi. Sampai dengan Februari 2025, sejak saat itu we didn't talk to each other, meski statementnya yang disampaikan berbeda ddengan yang dilakukan. Awalnya sakit hati dengan sikap itu, tapi di satu titik gw dapat mengerti siakpnya memposisikan gw seperti sampah. So, I decided to support what he did and treated me. Funny thing happens, all those silly feelings just gone, the hurt, the pain, the missing, the sadness, all dissapeard. I am OK

March 2025 .....

Being busy with work helps me to think of nothing about him. I was enjoying my work managing all the participants at the event. 54 people got invited. On the third day. "Please, don't upload anything," that voice suddenly showed up and was heard clearly. Without any signs or bulshit, hello, just said like that!
Well, there was a person who treated me like I was some garbage that didn't deserve to be treated like a human, and that person talked to me. I was surprised, just didn't understand a happy one or a scary one!

APRIL 2025

Memaafkan atau melupakan, mana yang lebih baik dilakukan, karena I think we can not do both at the same time. Aku memaafkan tapi surely, can not forget it, yet. Mana dari kedua hal tersebut jika kita lakukan menjadikan kita pribadi yang baik, entah di mata manusia atau Tuhan.Apakah begitu salahnya saat kita mengatakan yang sesungguhnya tentang sesuatu tanpa sengaja, sehingga kita pantas diperlakukan seperti sampah? Atau itu cara halus menutupi kesalahan agar terlihat memperbaiki, namun sebenarnya mencari cara baru untuk membohongi kembali???






December 15, 2023

Maluku Barat Daya aka Lemola (Leti Moa Lakur)

 Maluku Barat Daya, 2-9 Oktober 2023

Awal suatu journey yang berakhir dengan kerinduan akan suatu daerah yang baru 9 tahun berdiri, Maluku Barat Daya, kepulauan Moa Tiakur atau lebih dikenal dengan Lemola (Leti Moa Lakur)

Dari daerah ini aku mengenalnya, meski saat berada di Moa aku jarang berbincang dengannya. Namun, saat pertama kali aku menginjakkan kaki di daerah MBD, kehadiran dirinya mencuri perhatianku, meski hanya sesaat. Menjalankan tugas SDK bersama ketiga rekanku, kami bertiga membagikan alkitab bagi beberapa daerah dan pulau yang membutuhkan alkitab, dengan dibantu oleh Kepala Klasis GPM Kepulauan Moa Tiakur, Sekretaris Klasis GPM Kepulauan Moa Tiakur dan dirinya. Sukacita kami melihat saudara-saudara disana serta anak-anak yang sangat bersemangat menerima kedatangan tim kami, membuat kami merasa menjadi tamu yang beruntung menerima keramahan dari masyarakat di setiap daerah yang kami kunjungi. Semangat tersebut menularkan semangat kepada kami dalam membagikan Kabar Sukacita Firman Tuhan kepada saudara-saudara di MBD. Saat pembagian alkitab dan buku-buku bacaan, perhatianku selalu melihat sukacita masyarakat,dari orang dewasa sampai anak-anak, dan berakhir di dirinya. Dengan ketenangan, dia berdiri dan selalu ada di sisiku membantu aku ditengah-tengah ke"hectic"an suasana. Tanpa sadar, disetiap kegiatan aku selalu mencari akan dirinya, memastikan dia tidak berada jauh dari diriku.

Hari berganti hari, dari mulai memastikan dia tidak jauh dariku, aku mulai terbiasa menyebutkan namanya, sampai suatu saat aku menyadari "aku menyukainya?" Menyadari hal tersebut, aku berusaha sekuat tenaga menyadarkan diriku akan hal tidak masuk akal, gila dan very stupid tentang perasaan tersebut. Aku meyakinkan diriku bahwa I just carried away, dan berusaha menjodohkan dia dengan sahabatku, dengan berbekal kepedean bahwa usia mereka terpaut tidak terlalu jauh (perkiraan ku +/- 2-3 thn). Aku senang mereka mulai berbincang. Hingga saat waktunya aku kembali ke Jakarta, saat di Bandara Moa aku mencari akan dirinya sebelum kami boarding ke pesawat yang akan membawa kami ke kota Ambon, namun dia tidak ada. Aku berusaha mencarinya, aku ingin berfoto bersamanya sebagai kenang2an, tapi dia tidak ada .... aku tidak tahu dia kemana. Dan, aku terpaksa kembali ke Ambon tanpa melihat dirinya, dan tanpa aku sadari ada kesedihan yang menoreh hatiku.

2 bulan berlalu, meski aku tidak berhasil bertemu dirinya di hari kepulangan aku ke Ambon, aq memberanikan diri memulai komunikasi dengannya melalui whatsapp, dan hal ini berjalan lancar sampai dengan hari ini (14 Des 2023).

Komunikasi aktif diantara kami, sedikit demi sedikit membuat kami mengenal satu sama lain, namun pikiran dan hatiku tetap dan selalu berperang tentang perasaan tersembunyi ini. Aku hanya perlu menyangkal hati dan perasaanku kepadanya, karena tidak adil rasanya jika dia mendapatkan aku. Aku seorang kotor, diabetic, not virgin and he has to deal with those minus of me, I can let that happen, not for him but for me, can not handle the hurts that BGST ever gave to me, can not in that situation anymore. Better, he finds for himself, a young girl, around his age, beautiful, kind, know him well, especially a young christian girl with faith in God.

aku tidak mau berharap untuk sesuatu yang aku tau adalah suatu yang mustahil dan tidak mungkin, tak apa saat ini aku yang ter"luka" dari perasaanku sendiri, aku yang menyebabkan dan membiarkan kemungkinan luka itu hadir lagi, jaddi aku yang bertanggung jawab menyingkirkan luka itu meski harus memotong perasaanku agar tidak terlalu terluka parah akibat kebodohan yang aku buat sendiri.

Tolong jaga dirinya, Tuhan (untuk yang jauh) .....





August 3, 2022

STILL LOVING YOU

 Hari ini kembali aku berpapasan dengan mu, accidentally ... ya, tidak sengaja. Meski sudah hampir 1 tahun lebih aku tidak berkomunikasi denganmu, menerima setiap perlakuan yang engkau lakukan padaku selama kurang lebih 6 tahun hubungan kita, bahkan sekarang saat engkau memutuskan aku tidak layak engkau ajak bicara, namun saat melihat mu sejnak tadi, masih menyisakan rasa sayang yang ada dalam hatiku. 6 tahun hubungan kita tidak membuat aku mampu melupakan engkau begitu saja, meski saat ini engkau menganggap aku hanya sampah yang tidak pantas bahkan untuk disapa, tak apa .... i still loving you 

6 tahun yang engkau hadirkan dalam kehidupanku, saat bersama mu, itulah hari yang terindah dalam hidupku, meski aku harus bersaing dengan perempuan lain yang engkau panggil "hanya teman"...

Tidaklah mudah mencintaimu, berusaha menjadi yang terbaik untukmu, memberikan apa yang aku punya untuk mu, jiwa dan raga, meski yang tertinggal hanya amarah dan geram karena aku mengatakan apa yang aku rasakan.

Namun, terima kasih untuk semua kenangan yang engkau berikan selama +/- 6 tahun, menghabiskan malam-malam bersamamu, menemanimu bersama ibunda terkasih, mengijinkan aku menguatirkan dirimu, meski sekarang engkau membuat aku seperti orang asing, still loving you ...

Mencintaimu, tidak membuat aku ingin kembali seperti dulu, mencintaimu tidak membuat aku ingin bersamamu kembali, mencintaimu tidak membuat aku ingin mengukir cerita kembali denganmu ...

Mencintaimu, membuat aku menyadari sudah cukup melihat engkau tersenyum, melihat hari-harimu damai tanpa kehadiran diriku ...


October 16, 2021

That's all it takes

 "Vick, maaf gw udah nyakitin elu ...." 24 Desember 2020


23 Desember 2020
Dengan panas hati dan sakit yang teramat sangat dirasakan dalam hati, Vicky mencoba menahan semua those bad feelings. Dia berharap pria yang pernah membuat lumer hatinya itu menghampirinya dan menjelaskan pemandangan yang dilihat vicky, saat dia bersama perempuan yang selalu disebut teman tapi diperlakukan lebih baik daripada sekedar teman. Namun yang didapat Vicky adalah kesunyian! Vicky berusaha menghubungi telpon selular sang pria, namun tidak diangkat, lalu pesan text via WA, no respon, kembali vicky menelponnya dan kali ini terdengar suara "...ya,kenapa...", "elu janjian sama dia?", "siapa yang janjian, gw ga janjian...","lalau kenapa elu ada waktu untuk bicara sama dia, sedangkan untuk gw seharian ini elu ga ada waktu? Elu jahat banget!!!!" Suara vicky melengking karena dia tidak tahan dengan rasa sakitnya saat itu.Klik, terdengar suara telpon ditutup. Vicky kembali berusaha menghubunginya, no answer, again and again, still no answer. Masih belum puas dengan sikap si pria, vicky langsung mengetik pesan via wa ke pria tersebut. Respon atas wa yg vicky kirimkan, "Gw udah di kantor astrid, udah ya..!!" Selanjutnya yang dilihat Vicky, wa nya diblokir oleh sang pria. Vicky meradang, rasa sakit hati, marah, kecewa, semuanya bercampur dan seperti bom yang hampir meledak. Tanpa pikir panjang, vicky mengirimkan sms, tidak peduli dengan apapun lagi, tidak ada lagi pertimbangan akan kondisi dan situasi atas status si pria, tidak peduli bila semua terbongkar, tidak ada rasa kuatir jika ulahnya akan mengancam kehidupan si pria. Vicky mengirimkan sms, yang sudah tidak terhitung panjangnya, mengeluarkan semua "batu-batu" yang mengganjal hati dan perasaannya, akan hubungan si pria bukan hanya dengan perempuan yang dipanggil sari, tapi juga dengan perempuan-perempuan lainnya. Setelah lelah mengirimkan uneg-unegnya, Vicky memblokir nomor si pria, baik utnuk mengirim sms ataupun menghubunginya. Kejadian itu satu hari sebelum christmas eve, dan Vicky, sang pelakor melewati akhir tahun 2020 dengan rasa sakit dan luka bagi jiwanya.

15 Oktober 2021

"Vick, maaf gue udah nyakitin elu. Tapi saat ini gw sedang memulihkan keluarga gw. Gw minta pengertian elu. Semua pesan-pesan elu dibaca, semuanya. Dan kalau elu kirim pesan lagi bukan gw yang jawab"-24 Desember 2020

Mata vicky terbelalak membaca sms yang ada di layar handphonenya, yang tidak pernah diterima dan terbaca karena nomor pengirim sudah diblokir sejak kejadian yang menyakitkan itu. Hari ini, saat menyaksikan si pria bersama perempuan yang disebut teman itu pergi bersama, rasa sakit kembali menjangkiti jiwa Vicky, dan kembali dia menghubungi si pria, untuk meminta si pria menjawab semua pesan wa yg dikirimkannya. Saat vicky berniat mengirim sms, matanya terpaku pada pesan yang ada dilayar hp nya.

"Vick, maaf gue udah nyakitin elu..." Membaca kalimat atau pesan tersebut, membuat rasa panas yang dirasakan Vicky langsung mereda sedikit demi sedikit. Kalimat itu seperti memiliki efek magis yang membuat vicky terdiam bukan hanya diluar tapi juga bagian dalam jiwanya. Vicky sadar betul bahwa mencintai pria itu akan menjadikan dia perempuan dengan status rendah, saat dia memutuskan menyambut dan menerima tawaran si pria, dia akan menjadi abu dimata si pria, tidak ada harganya! Namun, entah pikiran gila apa yang membuatnya memutuskan menerima tawaran pria yang pernah dia lepaskan karena pernyataan si pria bahwa pria itu mencintai sahabat vicky, dan pernyataan itu disampaikan pada saat modusnya mendekati perempuan lain. Namun, meski vicky ,melepaskan pris itu, tidak sedikitpun rasa suka dan cintanya kepada pria itu terlepas ataupun menghilang.

Membaca awal kalimat dari pesan yang tertunda terbaca itu, membuat vicky merasa numb ... Bagi seorang perempuan dengan status pelakor yang disandangnya, kata maaf sudah lebih dari cukup, meski bagi seorang istri atau dunia, untuk seorang pelakor tidaklah pantas menerima atau diberi maaf. Ternyata, that's all it takes to make vicky's soul calm and silence ... just a simple Sorry!

Saat ini, vicky sudah mulai belajar menata hati-nya,mengumpulkan serpihan-serpihan hati yang dihancurkan oleh sang cinta, belajar melepasnya, masih dengan sayang dan cinta yang dimiliki untuk sang pria, namun rasanya sudah tidak penting lagi menunjukkan betapa dalam perasaan yang dirasakan Vicky terhadap pria itu, tidak penting lagi apakah si pria perlu mengetahui karena sepertinya untuknya vicky tidak lebih dari abu .... Namun setidaknya sekarang abu ini sudah dapat tersebar sehingga tidak perlu terlihat lagi ....




September 30, 2021

HAPPY ANNIVERSARY TO YOU

Happy Anniversary ....

Dear you,

It’s been 6 months since the last day you spoke to me. Thank you untuk mengijinkan gw berkomunikasi seperlunya with you. Meski setiap hari gw harus menenangkan dan menyiapkan hati melewati hari untuk tidak menangis setiap mengingat situasi dan kondisi saat ini antara kita. Sometimes, it’s more difficult and worse when I feel missing you, missing talking to you, missing hearing your voice. It used to make my heartbeat bump so fast every time you walk into the room but now, just thinking about you frighten me, cos’ it remind me that I still love you, stupid thing I know, selfish, dumb, but many times in the crowd of people the feeling “I love you” filled my heart and wishing or not ... your picture there, in my mind.