Aku nggak pernah menyangka, dari sekian banyak orang di dunia ini, hatiku justru tertarik pada seseorang yang… bahkan tidak tinggal di negara yang sama denganku. Kita baru bertemu beberapa kali, tapi entah kenapa, rasanya cukup untuk membuat aku berpikir, “Kenapa dia yang terus kepikiran, ya?”
Ini bukan cerita cinta dramatis ala film—nggak ada momen slow motion atau tatapan di bawah hujan. Tapi ada hal kecil yang nyangkut. Caranya bicara. Caranya senyum. Caranya membuat aku merasa nyambung, meski beda bahasa ibu dan zona waktu.
Kadang aku mikir, mungkin ini cuma perasaan sesaat, efek ketemu orang yang beda dan menarik. Tapi semakin aku pikir, semakin aku merasa, bahwa ada hal yang nggak bisa dijelaskan cuma pakai logika. Mungkin ini cuma rasa kagum. Mungkin juga lebih. Tapi hari ini, aku nggak buru-buru cari tahu. Aku cuma ingin jujur ke diri sendiri... bahwa aku suka perasaan ini.
Kadang aku bertanya-tanya, apakah semesta sedang bercanda ketika mempertemukan dua orang dari dua negara berbeda, dengan jarak ribuan kilometer, tapi dengan perasaan yang tumbuh seperti mereka cuma dipisahkan satu meja kafe?
Aku nggak tahu apa ini sekadar rasa suka yang lewat sebentar, atau ada benih yang tumbuh diam-diam di sela-sela pertemuan singkat dan obrolan ringan. Tapi yang aku tahu, setiap kali mengingat senyumnya, cara dia bicara, atau bahkan keanehan kecilnya yang random, hatiku kayak ditarik pelan-pelan ke arahnya.
Lucunya, aku juga tahu, kita berdua hidup di dunia yang nyata—bukan di novel, bukan di film, bukan di mimpi. Ada jarak, ada kesibukan, ada kehidupan masing-masing. Tapi bukankah justru di situ tantangannya? Saat perasaan datang tanpa memedulikan logika, tanpa mempedulikan koordinat di peta?
Mungkin ini cuma cerita kecilku. Tapi kalau dia tahu... mungkin dia akan tersenyum juga.
**********************************
Never thought that out of all the people in the world, my heart would be drawn to someone who… doesn’t even live in the same country as me. We’ve only met a few times, but somehow, it’s enough to make me think, “Why is he the one I keep thinking about?”
This isn’t a dramatic love story like a movie—no slow-motion moments or staring in the rain. But there’s something small that sticks. The way he talks. The way he smiles. The way he makes me feel connected, even though we’re in different languages and time zones.
Sometimes I think, maybe this is just a momentary feeling, the effect of meeting someone different and interesting. But the more I think, the more I feel, that there are things that can’t be explained with logic alone. Maybe it’s just admiration. Maybe it’s more. But today, I’m in no rush to find out. I just want to be honest with myself… that I like this feeling.
Sometimes I wonder, is the universe joking when it brings together two people from two different countries, thousands of kilometers apart, but with feelings that grow as if they were only separated by a cafe table?
I don't know if this is just a passing crush, or if there is a seed that grows quietly in between brief encounters and small talk. But what I do know is, every time I remember his smile, the way he talks, or even his random little quirks, my heart feels like it's being slowly pulled towards him.
The funny thing is, I also know, we both live in the real world—not in a novel, not in a movie, not in a dream. There is distance, there are busyness, there are our own lives. But isn't that the challenge? When feelings come without regard for logic, without regard for coordinates on a map?
Maybe this is just my little story. But if he knew... maybe he would smile too.