December 15, 2023

Maluku Barat Daya aka Lemola (Leti Moa Lakur)

 Maluku Barat Daya, 2-9 Oktober 2023

Awal suatu journey yang berakhir dengan kerinduan akan suatu daerah yang baru 9 tahun berdiri, Maluku Barat Daya, kepulauan Moa Tiakur atau lebih dikenal dengan Lemola (Leti Moa Lakur)

Dari daerah ini aku mengenalnya, meski saat berada di Moa aku jarang berbincang dengannya. Namun, saat pertama kali aku menginjakkan kaki di daerah MBD, kehadiran dirinya mencuri perhatianku, meski hanya sesaat. Menjalankan tugas SDK bersama ketiga rekanku, kami bertiga membagikan alkitab bagi beberapa daerah dan pulau yang membutuhkan alkitab, dengan dibantu oleh Kepala Klasis GPM Kepulauan Moa Tiakur, Sekretaris Klasis GPM Kepulauan Moa Tiakur dan dirinya. Sukacita kami melihat saudara-saudara disana serta anak-anak yang sangat bersemangat menerima kedatangan tim kami, membuat kami merasa menjadi tamu yang beruntung menerima keramahan dari masyarakat di setiap daerah yang kami kunjungi. Semangat tersebut menularkan semangat kepada kami dalam membagikan Kabar Sukacita Firman Tuhan kepada saudara-saudara di MBD. Saat pembagian alkitab dan buku-buku bacaan, perhatianku selalu melihat sukacita masyarakat,dari orang dewasa sampai anak-anak, dan berakhir di dirinya. Dengan ketenangan, dia berdiri dan selalu ada di sisiku membantu aku ditengah-tengah ke"hectic"an suasana. Tanpa sadar, disetiap kegiatan aku selalu mencari akan dirinya, memastikan dia tidak berada jauh dari diriku.

Hari berganti hari, dari mulai memastikan dia tidak jauh dariku, aku mulai terbiasa menyebutkan namanya, sampai suatu saat aku menyadari "aku menyukainya?" Menyadari hal tersebut, aku berusaha sekuat tenaga menyadarkan diriku akan hal tidak masuk akal, gila dan very stupid tentang perasaan tersebut. Aku meyakinkan diriku bahwa I just carried away, dan berusaha menjodohkan dia dengan sahabatku, dengan berbekal kepedean bahwa usia mereka terpaut tidak terlalu jauh (perkiraan ku +/- 2-3 thn). Aku senang mereka mulai berbincang. Hingga saat waktunya aku kembali ke Jakarta, saat di Bandara Moa aku mencari akan dirinya sebelum kami boarding ke pesawat yang akan membawa kami ke kota Ambon, namun dia tidak ada. Aku berusaha mencarinya, aku ingin berfoto bersamanya sebagai kenang2an, tapi dia tidak ada .... aku tidak tahu dia kemana. Dan, aku terpaksa kembali ke Ambon tanpa melihat dirinya, dan tanpa aku sadari ada kesedihan yang menoreh hatiku.

2 bulan berlalu, meski aku tidak berhasil bertemu dirinya di hari kepulangan aku ke Ambon, aq memberanikan diri memulai komunikasi dengannya melalui whatsapp, dan hal ini berjalan lancar sampai dengan hari ini (14 Des 2023).

Komunikasi aktif diantara kami, sedikit demi sedikit membuat kami mengenal satu sama lain, namun pikiran dan hatiku tetap dan selalu berperang tentang perasaan tersembunyi ini. Aku hanya perlu menyangkal hati dan perasaanku kepadanya, karena tidak adil rasanya jika dia mendapatkan aku. Aku seorang kotor, diabetic, not virgin and he has to deal with those minus of me, I can let that happen, not for him but for me, can not handle the hurts that BGST ever gave to me, can not in that situation anymore. Better, he finds for himself, a young girl, around his age, beautiful, kind, know him well, especially a young christian girl with faith in God.

aku tidak mau berharap untuk sesuatu yang aku tau adalah suatu yang mustahil dan tidak mungkin, tak apa saat ini aku yang ter"luka" dari perasaanku sendiri, aku yang menyebabkan dan membiarkan kemungkinan luka itu hadir lagi, jaddi aku yang bertanggung jawab menyingkirkan luka itu meski harus memotong perasaanku agar tidak terlalu terluka parah akibat kebodohan yang aku buat sendiri.

Tolong jaga dirinya, Tuhan (untuk yang jauh) .....