"Vick, maaf gw udah nyakitin elu ...." 24 Desember 2020
23 Desember 2020
Dengan panas hati dan sakit yang teramat sangat dirasakan dalam hati, Vicky mencoba menahan semua those bad feelings. Dia berharap pria yang pernah membuat lumer hatinya itu menghampirinya dan menjelaskan pemandangan yang dilihat vicky, saat dia bersama perempuan yang selalu disebut teman tapi diperlakukan lebih baik daripada sekedar teman. Namun yang didapat Vicky adalah kesunyian! Vicky berusaha menghubungi telpon selular sang pria, namun tidak diangkat, lalu pesan text via WA, no respon, kembali vicky menelponnya dan kali ini terdengar suara "...ya,kenapa...", "elu janjian sama dia?", "siapa yang janjian, gw ga janjian...","lalau kenapa elu ada waktu untuk bicara sama dia, sedangkan untuk gw seharian ini elu ga ada waktu? Elu jahat banget!!!!" Suara vicky melengking karena dia tidak tahan dengan rasa sakitnya saat itu.Klik, terdengar suara telpon ditutup. Vicky kembali berusaha menghubunginya, no answer, again and again, still no answer. Masih belum puas dengan sikap si pria, vicky langsung mengetik pesan via wa ke pria tersebut. Respon atas wa yg vicky kirimkan, "Gw udah di kantor astrid, udah ya..!!" Selanjutnya yang dilihat Vicky, wa nya diblokir oleh sang pria. Vicky meradang, rasa sakit hati, marah, kecewa, semuanya bercampur dan seperti bom yang hampir meledak. Tanpa pikir panjang, vicky mengirimkan sms, tidak peduli dengan apapun lagi, tidak ada lagi pertimbangan akan kondisi dan situasi atas status si pria, tidak peduli bila semua terbongkar, tidak ada rasa kuatir jika ulahnya akan mengancam kehidupan si pria. Vicky mengirimkan sms, yang sudah tidak terhitung panjangnya, mengeluarkan semua "batu-batu" yang mengganjal hati dan perasaannya, akan hubungan si pria bukan hanya dengan perempuan yang dipanggil sari, tapi juga dengan perempuan-perempuan lainnya. Setelah lelah mengirimkan uneg-unegnya, Vicky memblokir nomor si pria, baik utnuk mengirim sms ataupun menghubunginya. Kejadian itu satu hari sebelum christmas eve, dan Vicky, sang pelakor melewati akhir tahun 2020 dengan rasa sakit dan luka bagi jiwanya.
15 Oktober 2021
"Vick, maaf gue udah nyakitin elu. Tapi saat ini gw sedang memulihkan keluarga gw. Gw minta pengertian elu. Semua pesan-pesan elu dibaca, semuanya. Dan kalau elu kirim pesan lagi bukan gw yang jawab"-24 Desember 2020
Mata vicky terbelalak membaca sms yang ada di layar handphonenya, yang tidak pernah diterima dan terbaca karena nomor pengirim sudah diblokir sejak kejadian yang menyakitkan itu. Hari ini, saat menyaksikan si pria bersama perempuan yang disebut teman itu pergi bersama, rasa sakit kembali menjangkiti jiwa Vicky, dan kembali dia menghubungi si pria, untuk meminta si pria menjawab semua pesan wa yg dikirimkannya. Saat vicky berniat mengirim sms, matanya terpaku pada pesan yang ada dilayar hp nya.
"Vick, maaf gue udah nyakitin elu..." Membaca kalimat atau pesan tersebut, membuat rasa panas yang dirasakan Vicky langsung mereda sedikit demi sedikit. Kalimat itu seperti memiliki efek magis yang membuat vicky terdiam bukan hanya diluar tapi juga bagian dalam jiwanya. Vicky sadar betul bahwa mencintai pria itu akan menjadikan dia perempuan dengan status rendah, saat dia memutuskan menyambut dan menerima tawaran si pria, dia akan menjadi abu dimata si pria, tidak ada harganya! Namun, entah pikiran gila apa yang membuatnya memutuskan menerima tawaran pria yang pernah dia lepaskan karena pernyataan si pria bahwa pria itu mencintai sahabat vicky, dan pernyataan itu disampaikan pada saat modusnya mendekati perempuan lain. Namun, meski vicky ,melepaskan pris itu, tidak sedikitpun rasa suka dan cintanya kepada pria itu terlepas ataupun menghilang.
Membaca awal kalimat dari pesan yang tertunda terbaca itu, membuat vicky merasa numb ... Bagi seorang perempuan dengan status pelakor yang disandangnya, kata maaf sudah lebih dari cukup, meski bagi seorang istri atau dunia, untuk seorang pelakor tidaklah pantas menerima atau diberi maaf. Ternyata, that's all it takes to make vicky's soul calm and silence ... just a simple Sorry!
Saat ini, vicky sudah mulai belajar menata hati-nya,mengumpulkan serpihan-serpihan hati yang dihancurkan oleh sang cinta, belajar melepasnya, masih dengan sayang dan cinta yang dimiliki untuk sang pria, namun rasanya sudah tidak penting lagi menunjukkan betapa dalam perasaan yang dirasakan Vicky terhadap pria itu, tidak penting lagi apakah si pria perlu mengetahui karena sepertinya untuknya vicky tidak lebih dari abu .... Namun setidaknya sekarang abu ini sudah dapat tersebar sehingga tidak perlu terlihat lagi ....