April 2, 2013

26 Februari 1921


Seorang bayi lahir dengan nama Asnath Pieternella Hatumessen. Ia dilahirkan di Jakarta pada tanggal 26 Februari 1921. Bayi yang lucu dan sehat, anak pertama dari Keluarga Andreas Hatumessen. Nella demikian panggilan yg diberikan oleh kedua orang tuanya. Nella kecil bertumbuh menjadi anak yang cantik dan ceria, dengan sedikit sifat-nya yang saat itu dianggap seperti anak laki-laki tidak mengurangi kecantikan yang tersirat dari wajahnya. Dengan disiplin yang ketat dari sang ayah nella kecil bertumbuh menjadi remaja, namun pada usia-nya yang masih muda, Nella yg masih remaja harus kehilangan sosok ibu yang saat itu dipanggil Tuhan setelah melahirkan adik bungsunya. Namun kehilangan seorang ibu tidak membuat Nella kecil terpuruk dalam kesedihan. Kehidupan di lalui dengan semangat hidup seorang remaja yang mulai bertumbuh sambil merawat ke empat orang adiknya. Sebagai anak yang sulung Nella remaja menjadi tempat berpaut dari adik-adiknya, disiplin dan didikan keras dari sang ayah menjadi pecut baginya untuk menjadi sosok kaka yang sangat dapat diandalkan.
Tahun berlalu dengan segala suka duka dalam kehidupan Nella sebagai seorang remaja muda, masa sekolah, persahabatan dan masalah roman pun tidak luput dari kehidupan yang dijalani oleh Nella yang beranjak dewasa. Diantara begitu banyak teman-teman bermain ada seorang pemuda yang diam-diam menaruh hati pada Nella yang kini beranjak dewasa, pemuda itu bernama Millianus Sapulete. Dengan keberanian yang menggebu ia menyatakan rasa cinta dan kasihnya kepada Nella, ternyata gayung pun bersambut, maka setelah waktu yang dirasakan cukup untuk mengenal pribadi masing-masing dengan segala kebaikan dan kekurangannya, pada bulan November 1940 mereka mengucapkan janji kasih mereka dihadapan Tuhan dalam suatu ikatan pernikahan. Meski saat itu Nella masih ber-usia sangat belia 19 tahun, usia dimana seorang remaja masih penuh dengan mimpi dan angan, namun keyakinan dan kepercayaan akan cintanya kepada Pemuda Max (dan begitu juga sebaliknya) yang begitu teguh tidak membuatnya ragu untuk mendayung bahtera rumah tangga. Kasih Tuhan ternyata melimpah atas pernikahan mereka dan memberkati mereka dengan 13 anak. Di tengah perjalanan bahtera rumah tangga Kel. Max dan Nella banyak “hentakan” dan “goyangan” gelombang kehidupan yang hebat menggoncang bahtera rumah tangga mereka, kehilangan sebagian anak-anak yang mewarnai kehidupan mereka karena di panggil oleh Sang Khalik harus mereka lewati, namun tidak membuat bahtera rumah tangga ini oleng, karena masih ada 6 orang anak yang masih Tuhan percayakan dalam kehidupan pasangan Nella dan Max Sapulete.
Dengan bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta hasil yang didapat menjadi berkat untuk menutupi biaya kehidupan keluarga ini. Naiknya turunnya gelombang kehidupan yang dialami, saat keduka-an atas kehilangan ayah tercinta, kedukaan yang mendalam saat sang suami tercinta dipanggil pulang ke rumah Bapa di Sorga dimana semua itu dihadapi dengan airmata yang tersembunyi dan iman yang semakin teguh kepada Sang Pencipta.

Kini Oma Nell sudah merasakan pelukan hangat Sang Empunya Jiwa-nya, pada tanggal 20 Desember 2012 Tangan Kasih Allah menggandeng Oma Nell dalam keabadian dan ketenangan Surgawi...

I love you so much Oma.... 'till we meet again, walk with HIM, hold HIS hand tightly and never let HIM go... thank you for being here since i was born until now... i love you...