sesaat ku pikir aku mengingat mu,
dalam diam ku tiba-tiba bayangan dirimu hadir mengganggu ku..
perlahan ku coba halau bayang itu
meski menjauh tetapi belum cukup untuk membuatnya hilang
perlahan ku tepis semua kerinduan itu
karena ku tahu engkau seharusnya sudah pergi jauh dari ku
dari semua kebersamaan yang pernah ada
meski singkat namun sangatlah mendalam...
November 30, 2005
November 1, 2005
Biar menjadi Kenangan
Tetes airmata ku tak tertahan lagi
Menanti kepastian tentang kita
Kau masih juga bersamanya
Masih mencintainya
Maafkanlah sayangku atas keadaan
Kamu tak pernah jadi kekasihku
Wajahnya selalu terbayang
Saat kau di sisiku
Aku dan kamu takkan tahu
Mengapa kita tak berpisah
Walau kita takkan pernah satu
Biarlah aku menyimpan bayang mu
Dan biarkanlah semua menjadi kenangan
Yang terlukis di dalam hatiku
Meskipun perih namun tetap selalu ada
Di sini
Ku beri segalanya semampunya aku
Meski cinta harus terbagi dua
Mungkin kamu tak pernah tahu
Betapa sakitnya aku
Menanti kepastian tentang kita
Kau masih juga bersamanya
Masih mencintainya
Maafkanlah sayangku atas keadaan
Kamu tak pernah jadi kekasihku
Wajahnya selalu terbayang
Saat kau di sisiku
Aku dan kamu takkan tahu
Mengapa kita tak berpisah
Walau kita takkan pernah satu
Biarlah aku menyimpan bayang mu
Dan biarkanlah semua menjadi kenangan
Yang terlukis di dalam hatiku
Meskipun perih namun tetap selalu ada
Di sini
Ku beri segalanya semampunya aku
Meski cinta harus terbagi dua
Mungkin kamu tak pernah tahu
Betapa sakitnya aku
JeRa.....
Hitam bukan cirimu Putih juga bukan cirimu
Semu ku melihatmu
Tak bercahaya Seperti memudar
Cinta aku mencinta
Kamu yang aku mau
Namun tak tepat waktu
Ku sudah jera dalam percintaan
Salam hangat untuk cintamu
Aku yang kandas dan patah hati
Biarlah orang memandang lama
Aku tak mau bercinta lagi
Engkau yang dulu pernah ku cinta
Namun terlanjur kau bersamanya
Dan ku terluka oleh cintanya
Kini kau hadir kusudah
Jera ....
Semu ku melihatmu
Tak bercahaya Seperti memudar
Cinta aku mencinta
Kamu yang aku mau
Namun tak tepat waktu
Ku sudah jera dalam percintaan
Salam hangat untuk cintamu
Aku yang kandas dan patah hati
Biarlah orang memandang lama
Aku tak mau bercinta lagi
Engkau yang dulu pernah ku cinta
Namun terlanjur kau bersamanya
Dan ku terluka oleh cintanya
Kini kau hadir kusudah
Jera ....
Aku,Hatiku dan Pemuda Bodoh
Angin sore berhembus merengkuh setiap sudut hatiku
ku terduduk dalam hening sepi suara hatiku sendiri,
ku coba teriakan suara ku namun semua itu hilang didalam kabut sepi alam
ku ulangi kembali, ku ulangi kembali, dan ku ulangi kembali
tetapi semua itu hanyalah sebuah usaha kesia-siaan yang tergambar di langit sore...
aku tidak mengerti mengapa kepergianmu menghadirkan kesunyian dalam hatiku
seharusnya aku melompat gembira akan kehilangan itu
Aku dan Hatiku bagai sisi mata uang yang dicipta oleh yang Kuasa
kami beda tapi satu....
demikian juga dalam menghadapi mu hai pemuda bodoh....
Aku memilikimu dengan segala logika yang bermain dalam pikiran ku
tetapi Hatiku memilikimu dengan semua curahan perasaan yg Tuhan tuangkan ke dalamnya..
Hai pemuda bodoh,
Aku selalu menilai cintaku hanyalah satu permainan hidup yang cukup mengasyikan,
akan tetapi keberadaan dirimu pemuda bodoh adalah beda bagi Hatiku,
baginya engkau sesuatu yang memiliki arti terdalam yang tiada akhir...
Dan aku mentertawakan ketidakmampuan Hatiku mengusir bayangmu Pemuda bodoh
berharap gelak tawaku dapat menamparnya hingga menyadari apa yang ia lakukan adalah kesia-siaan...
Dan sekarang aku berhasil membuat Hatiku mengusirmu hai Pemuda bodoh,
membuangmu ke dalam jurang kekosongan yang dimiliki oleh Hatiku...
Ku kira aku telah berjaya dengan kemenanganku
dan aku bersukacita akan hal tersebut....
sampai sore ini ku sadari jurang tempat aku membuangmu Hai Pemuda bodoh
adalah jurang yang hanya dimiliki oleh Hatiku...
Aku tidak mengusir mu Hai Pemuda Bodoh aku hanya menanam mu lebih dalam pada tanah Hatiku...
ku terduduk dalam hening sepi suara hatiku sendiri,
ku coba teriakan suara ku namun semua itu hilang didalam kabut sepi alam
ku ulangi kembali, ku ulangi kembali, dan ku ulangi kembali
tetapi semua itu hanyalah sebuah usaha kesia-siaan yang tergambar di langit sore...
aku tidak mengerti mengapa kepergianmu menghadirkan kesunyian dalam hatiku
seharusnya aku melompat gembira akan kehilangan itu
Aku dan Hatiku bagai sisi mata uang yang dicipta oleh yang Kuasa
kami beda tapi satu....
demikian juga dalam menghadapi mu hai pemuda bodoh....
Aku memilikimu dengan segala logika yang bermain dalam pikiran ku
tetapi Hatiku memilikimu dengan semua curahan perasaan yg Tuhan tuangkan ke dalamnya..
Hai pemuda bodoh,
Aku selalu menilai cintaku hanyalah satu permainan hidup yang cukup mengasyikan,
akan tetapi keberadaan dirimu pemuda bodoh adalah beda bagi Hatiku,
baginya engkau sesuatu yang memiliki arti terdalam yang tiada akhir...
Dan aku mentertawakan ketidakmampuan Hatiku mengusir bayangmu Pemuda bodoh
berharap gelak tawaku dapat menamparnya hingga menyadari apa yang ia lakukan adalah kesia-siaan...
Dan sekarang aku berhasil membuat Hatiku mengusirmu hai Pemuda bodoh,
membuangmu ke dalam jurang kekosongan yang dimiliki oleh Hatiku...
Ku kira aku telah berjaya dengan kemenanganku
dan aku bersukacita akan hal tersebut....
sampai sore ini ku sadari jurang tempat aku membuangmu Hai Pemuda bodoh
adalah jurang yang hanya dimiliki oleh Hatiku...
Aku tidak mengusir mu Hai Pemuda Bodoh aku hanya menanam mu lebih dalam pada tanah Hatiku...
BeautY
And a poet said, "Speak to us of Beauty."
Where shall you seek beauty, and how shall you find her unless she herself be your way and your guide?
And how shall you speak of her except she be the weaver of your speech?
The aggrieved and the injured say, "Beauty is kind and gentle.
Like a young mother half-shy of her own glory she walks among us."
And the passionate say, "Nay, beauty is a thing of might and dread.
Like the tempest she shakes the earth beneath us and the sky above us."
The tired and the weary say, "beauty is of soft whisperings. She speaks in our spirit.
Her voice yields to our silences like a faint light that quivers in fear of the shadow."
But the restless say, "We have heard her shouting among the mountains,
And with her cries came the sound of hoofs, and the beating of wings and the roaring of lions."
At night the watchmen of the city say, "Beauty shall rise with the dawn from the east."
And at noontide the toilers and the wayfarers say, "we have seen her leaning over the earth from the windows of the sunset."
In winter say the snow-bound, "She shall come with the spring leaping upon the hills."
And in the summer heat the reapers say, "We have seen her dancing with the autumn leaves, and we saw a drift of snow in her hair."
All these things have you said of beauty.
Yet in truth you spoke not of her but of needs unsatisfied,
And beauty is not a need but an ecstasy.
It is not a mouth thirsting nor an empty hand stretched forth,
But rather a heart enflamed and a soul enchanted.
It is not the image you would see nor the song you would hear,
But rather an image you see though you close your eyes and a song you hear though you shut your ears.
It is not the sap within the furrowed bark, nor a wing attached to a claw,
But rather a garden for ever in bloom and a flock of angels for ever in flight.
People of Orphalese, beauty is life when life unveils her holy face.
But you are life and you are the veil.
Beauty is eternity gazing at itself in a mirror.
But you are eternity and your are the mirror.
Where shall you seek beauty, and how shall you find her unless she herself be your way and your guide?
And how shall you speak of her except she be the weaver of your speech?
The aggrieved and the injured say, "Beauty is kind and gentle.
Like a young mother half-shy of her own glory she walks among us."
And the passionate say, "Nay, beauty is a thing of might and dread.
Like the tempest she shakes the earth beneath us and the sky above us."
The tired and the weary say, "beauty is of soft whisperings. She speaks in our spirit.
Her voice yields to our silences like a faint light that quivers in fear of the shadow."
But the restless say, "We have heard her shouting among the mountains,
And with her cries came the sound of hoofs, and the beating of wings and the roaring of lions."
At night the watchmen of the city say, "Beauty shall rise with the dawn from the east."
And at noontide the toilers and the wayfarers say, "we have seen her leaning over the earth from the windows of the sunset."
In winter say the snow-bound, "She shall come with the spring leaping upon the hills."
And in the summer heat the reapers say, "We have seen her dancing with the autumn leaves, and we saw a drift of snow in her hair."
All these things have you said of beauty.
Yet in truth you spoke not of her but of needs unsatisfied,
And beauty is not a need but an ecstasy.
It is not a mouth thirsting nor an empty hand stretched forth,
But rather a heart enflamed and a soul enchanted.
It is not the image you would see nor the song you would hear,
But rather an image you see though you close your eyes and a song you hear though you shut your ears.
It is not the sap within the furrowed bark, nor a wing attached to a claw,
But rather a garden for ever in bloom and a flock of angels for ever in flight.
People of Orphalese, beauty is life when life unveils her holy face.
But you are life and you are the veil.
Beauty is eternity gazing at itself in a mirror.
But you are eternity and your are the mirror.
Subscribe to:
Posts (Atom)