
(dedicated to sum1 faraway, famous and impossible)
Tubuhku lunglai tak berdaya, begitu juga dengan hati ku saat ku menyadari apa yang tak pernah ku rasa...
ia hadir disaat aku lengah, hadir di saat tak ada rasa apapun yang menguasaiku
semua ini terasa aneh bagiku, asing layaknya kelana di negeri antah berantah
Sempat aku menyesali hti ini, sempat aku buta akan hadirnya sebuah rasa, ku pikir kekosongan sudahlah cukup untukku, cuku untuk menjadi sahabat terbaik dihari-hari ku, siapapun tak ku butuh, aku hanya ingin menghirup udara hampa yang menjadikan kekosongan dan hatiku terlihat akrab dan lekat...
Namun keindahan itu robek oleh satu bayang kehadirannya, kaca hampa yang mengkristalkan hatiku menjadi serpihan-serpihan rasa yang menusuk tajam ke dalam hari-hariku...
Hadirnya menjadi madat yang mengalir dalam nadi hidupku, mengedarkan racun kerinduan ke dalam aliran darah hatiku..kebutuhan ini menjadi suatu siksa hebat yangterasa nikmat.
Tapi ku ingin bayang itu pergi,
ku ingin bercengkerama hanya dengan hatiku,
ku ingin hatiku membutuhkanku, bukan sebuah mimpi
Mimpi indah senyata awan putih yang suci...awan yang mewarnai langit dengan kehadiran dan keindahannya...seindah senyum yang diukir Sang Kuasa ke dalam ulas bibirmu
Tetapi ia tetaplah sebuah mimpi yang tidak akan pernah mengulurkan tangannya untuk menggenggam jari jemari kenyataan...tidak juga untuk sebuah sentuhan lembut, karena akan melukakan kelembutan dan keindahan sang mimpi.
jadi, pergilah hai mimpi dan bayang-bayang, karena kalian dicipta Sang Ilahi untuk sebuah kelembutan yang merubah suatu hati...bukan mejadi penggembira nasib sang insani.
No comments:
Post a Comment