Langkah perlahan, tertatih menapak tanah muka bumi
senyum manis masih ku lihat di wajahnya, meski getir hidup mencoba menghapusnya...
Ibu kepunyaanku,
perempuan yang ditunjuk Tuhan
sebagai wakilNya dalam membentuk kehidupanku
perempuan yang memberikan rahimnya
diisi oleh nafas kehidupan manusia ciptaan-Nya
Ibu kepunyaanku,
perempuan yang bersedia mengorbankan kehidupannya
demi kebahagiaan sang buah hati
perempuan yang selalu ku cari disaat suka atau duka...
Ibu kepunyaanku,
perempuan yang mengajariku
menghadapi kekejaman hidup didunia dan bagaimana bertahan
perempuan yang meberi ku tawa disaat air mata mewarnai mataku
Ibu kepunyaanku,
perempuan yang memberi kekuatannya padaku
agar kerikil tajan kehidupan tak dapat mehujam ke dalam kelembutan hidup yang ku rasa
Ibu kepunyaanku,
perempuan yang terus menggandeng tanganku,
meski terkadang aku memberontak, menghentakkan tangannya, hanya demi sepotong ke-egoisanku
Ibu kepunyaanku,
perempuan yang kini berhiaskan rambut putihnya dan keriput tekanan hidup,
namun masih memberi ku senyum secantik malaikat dari sorga
meski berjuta sikap buruk sering kali yang ku persembahkan untuknya..
No comments:
Post a Comment