Engkau adalah kekasih terbaik yang pernah aku kenal. Aku hanya tidak ingin meninggalkan engkau dengan semua kekacauan yang telah aku lakukandan membuat hidupmu begitu susah dikarenakan hubungan ini. Kehadiran mu memberikan banyak cerita dan warna kegembiraan didalam hari-hariku, sayangnya baru ku sadari disaat kepergianmu dari hati dan hidupku...
Bersamamu memang tidak sepenuhnya membuat aku selalu dalamsenyum dan tawa, ada kalanya aku rasakan tangis ditengah pertengkaran-pertengkaran kita, ada kalanya ku rasakan amarah disaat kita mengucapkan kata-kata dan kalimat yang saling menyakiti satu dan yang lainnya. Namun semua itu terhapuskan disaat engkau memandangku dengan sinar matamu yang lembut dan perhatian-perhatian mu yang kau curahkan tanpa meminta balas-nya... Sepenggal ucapan sayang dan cinta darimu memudarkan senua rasa buruk yang bergejolak memenuhi hati dan akal ku.
Kini kita berada di tepian jurang perpisahan yang dikelilingi oleh onak dan duri kepedihan, semua menusuk hati dan perasaan kita... khususnya aku, dan semua itu diakibatkan perbedaan dan duka yang begitu lebar menganga dalam jiwa kita...
Tiada lagi kata cinta, tiada lagi sentuhan lembut ataupun cium sayang mu... Yang ada hanyalah kepura-puraan dan sandiwara serta rasa kelegaan bila kita berjauhan. Katamu sampai kapan kita harus begini, dan aku hanya terdiam dalam sepi dan sunyinya serta kekosongan jiwaku karena tiada lagi yang dapat ku rasa setelah semua ku berikan padamu, tiada lagi kata yang dapat ku jawabkan kepadamu, dan aku benci terdiam seperti itu.....
dedicate to sum1 who has filled my days
No comments:
Post a Comment