May 21, 2008

intermezzo

Sayap malam mulai merekah,mengembang dan mewarnai sekeliling duniaku dengan warna pekatnya... ku coba melihat keindahan dari kelamnya gulita malam, entah bagaimana caranya tapi ku ingin merasakan bagian itu...
Ku hela nafas panjang dan menikmati pekat sekeliling ku....
aku diam dan diam... ku hela nafas panjang ku kembali dan tiba-tiba ku rasakan hangat genggaman dari tangan Ilahi memeluk jiwaku... ku hela kembali nafas panjang ku... lagi dan lagi... dan lagi.... sungguh hangat pelukan Sang Khalik membungkus jiwa hampa ku
Perlahan ku buka kedua mata ku namun hanya pekat yang menjadi warna duniaku... ku pejam lagi kedua mata ku dan ku buka kembali, masih saja sama pekat itu terasa...
Tiba-tiba aku berkata pada jiwa hampa ku,"hai...jiwa apakah yg terjadi dan mengapa hanya pekat yg ku lihat dalam kelopak mata ku..?!" Jiwaku berkata perlahan itu bukanlah pekat malam yang engkau tatap, bukan pula pekat hitam yang membungkus pandang-mu, namun engkau berada dalam noktah hampa diri-mu, dalam hampa tiada apa yang dapat engkau tangkap..hanya kosong dan gelap... jadi, bangunlah! bangun dari tidur hampa-mu dan engkau akan melihat warna mentari sukacita dan bianglala jiwa-mu... bangun...bangun!"

Ku hela nafas panjang-ku... dan warna warni itu sedikit demi sedikit merubah warna pekat itu...lagi dan lagi dan lagi... dan lagi.....