August 23, 2008

BAPA

"Bapa kami yang di Sorga...." seberapa jauh makna perkataan itu untuk diri kita?" demikian kalimat yang di ucapkan oleh Pa Tambun dalam khotbah semalam di rumah Om Tony pada ibadah Rumah Tangga dalam rangka HUT Om Tony. "Bapa" seberapa jauh kita maksud-kan perkataan tersebut dalam memanggil Sang Khalik, apakah kita benar bersikap sebagai anak, apakah kita benar-benar mempercayai-NYA sbagai BAPA dalam hidup kita? ataukah itu hanya sebutan sebatas doa yg diajarkan oleh pendahulu-pendahulu kita?

Entah mengapa, kata-kata tersebut me"nyentil" telinga gue dan juga sekaligus perasaan gue yg terdalam. Akhir-akhir ini dengan se-jubleg kesibukan pekerjaan dan perasaan tanpa sadar gue mulai me-jauhkan diri dari BAPA yang senantiasa memperhatikan hidup gue... dengan seribu macam alasan dan sanggahan gue berusaha absen dalam jam pertemuan dg-NYA.

BAPA... kerapkali gue menyebut perkataan itu dlm doa-doa gue, entah kenapa mungkin hy mencoba utk membuat diri gue merasa dekat dengan Sang Pencipta Kehidupan, namun pada kenyataan gue tidak pernah percaya kepada-NYA layaknya seorang anak yg percaya kepada Bapanya. BAPA kata itu hy menjadi penghias kata dlm doa-doa yg gue panjatkan tanpa memiliki arti apapun. Seringkali gue merasa BAPA mengapa seorang BAPA membiarkan masalah dalam hidup anak-NYA dibiarkan terlalu lama, mengapa seorang BAPA bisa diam saja saat sang anak menjerit kesakitan akibat ulah ke"nakal"annya, tidak bisakah Sang BAPA memeluknya sebentar tanpa harus menjanjikan semua akan baik-baik saja... just a hug, a simple hug...

Perkataan tersebut bermain-main kembali dalam benak pikiran gue, dan kesalahan tidak ada dalam diri BAPA, sang anak-lah yg seharusnya datang dan mempercayai Sang BAPA...seringkali anak yang memberontak,menghentak tangan Sang Bapa saat DIA sedang memeluk dan memberi kita perlindungan hy krn kita merasa "pelukkanNYA" tidak cukup hangat utk memberi kita rasa aman. Seringkali kita "pergi" dari hadapan-Nya hanya karena kita merasa BAPA tidak cukup mengerti apa yg terbersit dalam hati dan pikiran yg kita rasakan dan kita memilih untuk mencari "jalan" lain yg dapat memenuhi kepuasan keinginan kita...

BAPA... seberapa jauh kita mengenal sosokNYA yg membuat kita pantas memanggil diriNYA dengan kata itu? seberapa percaya-nya kita pada DIA hingga membuat kita berhak mendapat kesempatan untuk menjadi anak-NYA?

BAPA KAMI YANG DI SORGA.... DIKUDUSKANLAH NAMA-MU
DATANGLAH KERAJAAN-MU, JADILAH KEHENDAK-MU, DIBUMI SEPERTI DI SURGA
BERILAH KAMI PADA HARI MAKANAN KAMI YANG SECUKUPNYA
DAN AMPUNILAH KAMI, SEPERTI KAMI MENGAMPUNI ORANG YANG BERSALAH KEPADA KAMI
DAN JANGANLAH BAWA KAMI KE DALAM PENCOBAAN TAPI LEPASKANLAH KAMI DARIPADA YANG JAHAT...
KARENA ENGKAULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN, DAN KUASA, DAN KEMULIAAN
SAMPAI SELAMA-LAMANYA...