November 7, 2009

Uluran tangan Sang Kematian

KEMATIAN aka Death... so creepy... but sejauh yg aku denger orang keep saying "wah almarhum sudah enak disana, sudah ga mikir apa-apa..." pernah ga terpikir perkataan itu cocok utk yang soulnya diterima di surga... what about the soul that goes to the hell.... Banyak orang yang menghindar jika topik pembicaraan adalah tentang KEMATIAN
Saat mengalami perpisahan dengan orang yg dikasihi karena dipisahkan oleh kematian apa yang kita rasakan tidak dapat dikatakan. Ada rasa kehilangan, rasa kesedihan, rasa tidak percaya, rasa kesepian, dan entah kepada siapa kita bisa mem"protes" semua rasa itu, bahkan kadangkala kita mempertanyakan TUHAN tentang kematian itu sendiri....
Sering aku bertanya apakah jiwa yang pergi menuju Sang Pencipta-nya masih tetap dapat mengingat orang-orang yg ditinggalkannya di dunia?As a christian aku diajarkan untuk percaya bahwa kematian di dalam Kristus adalah awal kehidupan yang baru di dunia beyond our mind sedangkan kematian diluar Kristus adalh awal kematian yang kedua....dan seringkali aku juga berpikir mengapa kematian itu harus ada?Pertama kali mengalami ke"pergi"an orang yang dikasihi adalah saat aku kehilangan opa ku, since that i've been thinking alot about DEATH, i saw when my grandmother grieving in her pray.. alone and said to the Lord,"i love him so much please takecare my Love dear Lord..."
Apakah kita pernah melihat Kematian itu seperti sosok yg datang bertamu dan mulai mempersiapkan sebuah perpisahan, dan kita dengan daya upaya sekeras kita mencoba untuk mengusir Sang Kematian dengan cara apapun. Namun sekeras apapun yg kita lakukan Kematian dg kesabarannya mempersiapkan masing-masing dari kita untuk menghadapi perpisahan dengan kekasih jiwa kita. Sementara kita berusaha agar Sang Kematian tidak membawa kekasih jiwa kita, namun tiap hari kita melihat Kematian semakin ber"teman akrab" dengan kekasih jiwa kita and there's nothing you could do... Saat waktunya tiba kita memohon agar Sang Kematian tidak membawa kekasih jiwa kita karena kita membutuhkannya, kita mencintainya, namun saat "Pintu" menuju dunia lain itu terbuka ternyata Sang Kematian mengulurkan tangannya kepada kita,menggandeng kita dengan kesabarannya dan membawa kita untuk ikut bersamanya, disaat itulah kita sadar bahwa Kematian mempersiapkan perpisahan itu untuk kita karena kita yang akan "pergi" bersamanya....
Apakah kita akan siap jika uluran tangan Sang Kematian tertuju pada kita....?