"Kalau
lu masih percaya. Nothing happen between gw dan dia. Gw gap pusing ama omongan
orang. Selama lu gak percaya dgn berita itu.
Kalau
ada harus memilih hubungan lain dan hubungan pribadi, lebih baik hubungan
pribadi yang dikorbankan. Harapan gw hub pribadi ini tidak mengganggu dirimu. Apapun
masalahnya”
Tak
mudah di hati, tak mudah dihadapai saat harus mengucap Selamat tinggal… itu yg
aku rasakan saat membaca pernyataan darinya, semua hanya berawal dari “hilang”nya
kepercayaan yg aku rasakan utknya karena apa yg dikatakan dan disajikan olehnya tidak sejalan. Tapi, saat in the past aku memilih utk
berpijak pada hubungan teman daripada romans, mungkin itu yg dilakukan olehnya
saat ini. Sedikit terbersit rasa tidak adil karena aku merasa alasanku lebih
benar, namun saat ku melihat lagi keseluruhan yang aku hadapi, I follow your
decision.
Ada
rasa “aneh” yang tidak bisa ku jelaskan dalam kata kata hanya saja setiap
mengingatnya my tears would fall down without realizing it.
I
had lost your smile once, now I have to through that again, but this time the
decision is from you. Wish I could say “don’t go, don’t end what we had, don’t
make me feel lose you again,…” instead of I said them I said “OK if that your
decision, so I will stop expecting our date, thank you for the moments…”
I
hardly find the words to say good bye… if you must know…. Not easy but I have
to do that, I follow and respect the decision you made just like you did to me.
I
love you beib, good bye…