January 11, 2008

Ibu

Langkahmu tertatih perlahan,
Menapak setiap jengkal tanah yang engkau lewati…
Tubuhmu sedikit terbungkuk,
Namun tak menghapus semangatmu mejalani hidup..
Senyum selalu kau semat, meski keriput wajah nyata jelas menjadi penghias wajahmu..
Jika dahulu engkau selalu memberikan tanganmu untuk ku genggam.
Kini tanganmu yang erat menggandengku saat engkau melangkah…
Tubuhmu sedikit gemetar,”… tak mengapa…” itu yang engkau selalu katakana..
Bertahun-tahun sudah engkau menjadi bagian dalam hidupku,
Saat duka saat suka engkau selalu ada…
Banyak hari kita lewati dengan tawa,tak jarang pula dengan kekesalan
Namun tak mengurangi cintamu kepadaku
Senyum mu bagaikan anugrah Tuhan dari surga,
Namun, saat airmata terjatuh dari matamu bagaikan duka yang mengguncang surga..
Engkau mencintaiku bukan hanya dengan hati,
Nyawa yang rela engkau pertaruhkan saat engkau membawaku kedalam dunia ini…
Tak ada yang dapat menggantikan keindahanmu di dunia ini,
Tak ada yang mampu menghapus kasihmu dari raga ini,
Tak ada yang mampu mencintaiku sebesar apapun seperti yang engkau lakukan…

Ibu…
Begitu aku memanggilmu,
Ibu…
Nama yang diberikan TUHAN untukmu

Ibu….