March 16, 2010

JIKA ALLAH ADA DIMANA-MANA MENGAPA TAK AKU MENEMUKANNYA by Kimberly Sadler

Dalam kekacauan dan kebingungan hidup kita seringkali kita melupakan kehadiran Allah baik sebagai Pencipta, Penebus,Pemelihara,Penyedia,Pembela,Guru dan sebagai Raja dalam hati kita.
Dalam kehidupan keseharian yang kita rasakan aman-aman sering tanpa sadar kita bersandar kepada seseorang ataupun sesuatu dan itu menjadi kebiasaan dalam kita menjalani hari-hari hidup kita. Namun bila tiba-tiba suatu masalah datang, memaksa kita menghadapi kenyataan bahwa segala sesuatu tidak berjalan aman seperti yg kita harapkan, pikiran dan hati kita terpaku akan keadaan kekacauan yg kita hadapi. Kita merasa sendiri menjalani semua itu,kita merasa tidak ada seorangpun yg dapat menolong kita atau bahkan mendengarkan jeritan kita, not even GOD!Kita merasa kekacauan itu terjadi akibat kesalahan ataupun kegagalan kita menjalankan perintah Tuhan hingga pantaslah jika TUHAN “tidak mau” turun tangan dan membiarkan kekacauan itu menimpa kita. Kekacauan dan kebingungan menutup pikiran dan pengertian kita akan arti kehadiran Allah sebagai Pencipta kita. Allah tidak terbatas dalam waktu dan tempat, Dia ada dimana-mana, saat kita bahagia Dia ada, saat kita bersedih Dia-pun bersama kita. Dia mampu menjadikan dunia ini dan hanya melalui perkataanNya dunia ini dapat pula dilenyapkan. Begitu juga dengan kekacauan dalam hidup kita, dengan kuasaNya permaslaahan itu dapat dilenyapkan if we asked and let HIM works on it!
Kasih Allah begitu besar kepada manusia ciptaanNya meski Dia tau kita tidak mampu senantiasa “menyenangkan” hatiNya dengan melakukan semua perkataanNya. Namun saat kekacauan melanda kita lebih menyalahkan diri sendiri sebagai mahluk berdosa dan yang gagal menjalankan perintahNya hingga kekacauan itu terjadi dalam hidup kita. Untuk mendapatkan kasihNya kita berusaha sekuat tenaga utk membuat DIA tertarik kepada kita dan berharap dg begitu DIA mau memberikan kasihNya kepada kita. Kita lupa kasih Allah kepada kita tulus dan tidak menuntut apapun dari kita. Dia rela mati di kayu salib utk menebus kita dan menggantikan kita menjalankan hukuman salib itu. Dia menjadi Penebus untuk hidup kita dengan segala kekacauan yg klita lakukan, but still HE loves us.
Menghadapi kekacauan dalam hidup acapkali kita begitu sibuk mencari jalan keluar yang kita anggap benar untuk kita. Kekacauan-kekacauan itu dapat berupa tuntutan2 pekerjaan yg tiada henti, permasalahan dalam keluarga yg datang bertubi-tubi yang membuat kita sulit utk mengambil nafas, ataupun permasalahan2 lainnya, dan saat semuanya itu sudah tidak tertahankan kita berkata, “Tuhan aku lelah, dimana Engkau selama ini?Tidak-kah Engkau melihat kekacauan ini begitu menyita semua waktu dan hidupku?” Saat menghadapi keadaan2 sulit kelelahan kita akan lenyap jika kita menerapkan Firman Allah. Yang perlu kita lakukan dalam kesibukan kita adalah berdiam diri dan melihat segala sesuatu dengan menggunakan cara pandang Allah. Kita sering mencari cara lain utk mendapatkan extra kekuatan dan membuat kita bergantung pada jalan keluar yg kita putuskan sendiri daripada menemukan ketentraman didalam Allah. Menyadari Allah selalu memelihara kita dan bersandar pada pemeliharaan Allah adalah satu-satunya cara kita mendapatkan kekuatan.
Kebutuhan dan keinginan adalah salah satu keadaan yang dialami oleh manusia. Ada kebutuhan jiwa dan kebutuhan raga. Melalui kebutuhan-kebutuhan yg kita perlukan Allah ingin menyatakan diriNya kepada kita sebagai Penyedia kita, dan Dia ingin kita dapat bergantung kepadaNya. Permasalahannya manusia cenderung tidak mau Allah memenuhi keperluan kita, sebaliknya kita merasa lebih tau apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan yang terbaik bagi kita. Alasan kita senantiasa menginginkan apa yg kita punyai karena hal itu memuaskan hati kita. Kita tidak tahu apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan dan keinginan kita dan apa yang benar-benar kita perlukan, namun Allah tau dan mengerti. Allah seringkali menjadi Penyedia bagi segala sesuatu yg kita perlukan meski tanpa kita sadari dan tetap saja kita masih menuntut lebih dariNya, kita menuntut kepuasan yg dapat memenuhi keinginan kita, dan bila keinginan itu tidak memuaskan kita maka kita ber-alih ke hal-hal duniawi yang kita anggap mampu memenuhi keperluan ataupun keinginan kita itu. Kita lupakan kesetiaan Allah yang senantiasa menyediakan apa yg kita perlukan bahkan dalam saat yang membingungkan dan sulit sekalipun, Allah tahu memenuhi apa yg dibutuhkan kita.
Dalam menghadapi pergumulan yang menyedot seluruh kekuatan kita tanpa kita sadari kerap kita bersandar akan kekuatan kita sendiri.Kita yang membela diri kita sendiri terhadap kesulitan2 yg kita hadapi dalam pergumulan hidup, tidak ada yg kita percaya selain diri kita sendiri, bahkan tidak juga Allah.Mempercayai Allah menjadi pembela dalam hidup kita bukanlah hal yang mudah. Kita hjarus melepaskan pertahanan duniawi kita.Ingatkan diri kita akan siapa ALLAH yang sesungguhnya dan apa yg telah DIA perbuat dalam memelihara kita.
Melalu permasalahan yg kita hadapi dan melalu kekacauan yg kita alami Allah menjadi Pengajar dalam hidup kita. Ajarannya kadang mudah untuk kita jalankan namun tidak jarang ajaranNya sulit kita jalankan. Nasmun seberapa kali kita ter”jatuh” Allah tidak pernah menertawakan kebodohan kita krn ketidakmampuan kita menjalankan ajaranNya, namun DIA terus menerus mengajarkan kita berulang-ulang melalui berbagai pengalaman hidup,ayat-ayat Alkitab,kisah-kisah dan melalui kehidupan orang-prang istimewa yang kita temui. Kekacauan, pencobaan adalah kesempatan bagi kita untuk belajar dan menjadi rahmat bila kita menerimanya sebagai alat pendidikan dari Allah.Bila kita merasa bingung,Allah memegang tangan kita dan IA tidak pernah meninggalkan kita sendirian, IA sesnantiasa mendampingi kita saat kita melewati haru-hari kekacauan dlm hidup kita.
Bahkan saat kita tidak dapat memandang ALLAH ditengah-tengah pencobaan kita, Dia tidak pernah jauh dari kita.Bila kita dapat mengingat Allah dalam pergumulan dan kekacauan yg kita hadapi kita akan menemukanNYA pun dalam masa pergumulan dan kekacauan itu.Dia tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian!