October 16, 2013

Salemba 13 September 2013,



 Apa rasanya jika suatu pagi kita terbangun, membuka mata, dan melihat disamping kita ada sosok lain yg menemani melewati malam. Sosok yg kita tau mulai hari itu akan terus menemani kita melewati hari-hari ke depan sampai kita menutup mata sampai selama-lamanya. Sosok yang kita panggil teman hidup, entah dalam saat suka ataupun duka, saat sehat ataupun sakit. Apa yang akan kita rasakan? Apakah hari itu mulai terasa beda? Apakah akan terasa janggal?atau terasa biasa-biasa saja karena sebelumnya  kita sering menemui sosok tersebut dalam hari-hari terakhir kita melepas masa lajang.

Apakah akan membuat kita bertambah semangat memulai hari, atau kita menyadari mulai saat itu kebebasan sebgai sosok lajang and all the stuffs in it has over..ended! Segala sesuatu yg dikerjakan atau direncanakan harus….oopsss *maaf ralat* akan dilakukan berdua, atau jika ingin pergi bersama-sama teman atau orang lain diluar rencana atau kegiatan rutinitas harus ijin atau pamit, can’t jump in just as we used to do..

Menebak perasaan itu sama seperti menebak rasanya kematian seperti apa, apa yang akan kita lihat, kemana roh kita akan bermuara, akankah kita bertemu Sang Khalik pemilik jagat alam raya ini? Akankah kita bersamaNya ataukah kita akan bersama sang Kegelapan dimana yang ada hanya ratap dan kertak gigi?