Apa rasanya jika suatu pagi kita
terbangun, membuka mata, dan melihat disamping kita ada sosok lain yg menemani
melewati malam. Sosok yg kita tau mulai hari itu akan terus menemani kita
melewati hari-hari ke depan sampai kita menutup mata sampai selama-lamanya.
Sosok yang kita panggil teman hidup, entah dalam saat suka ataupun duka, saat
sehat ataupun sakit. Apa yang akan kita rasakan? Apakah hari itu mulai terasa
beda? Apakah akan terasa janggal?atau terasa biasa-biasa saja karena
sebelumnya kita sering menemui sosok
tersebut dalam hari-hari terakhir kita melepas masa lajang.
Apakah akan membuat kita
bertambah semangat memulai hari, atau kita menyadari mulai saat itu kebebasan
sebgai sosok lajang and all the stuffs in it has over..ended! Segala sesuatu yg
dikerjakan atau direncanakan harus….oopsss *maaf ralat* akan dilakukan berdua,
atau jika ingin pergi bersama-sama teman atau orang lain diluar rencana atau
kegiatan rutinitas harus ijin atau pamit, can’t jump in just as we used to do..
Menebak perasaan itu sama seperti
menebak rasanya kematian seperti apa, apa yang akan kita lihat, kemana roh kita
akan bermuara, akankah kita bertemu Sang Khalik pemilik jagat alam raya ini? Akankah
kita bersamaNya ataukah kita akan bersama sang Kegelapan dimana yang ada hanya ratap
dan kertak gigi?