Sebulan lebih telah berlalu after
my huge fight and debate with you. Those awful words stand still, inside my
heart and mind, mengikis sedikit demi sedikit rasa yang ada. I starting feel
strange to you, dan semakin hari semakin bertambah rasa enggan untuk mencoba membuat
diriku berarti untuk mu. Coz I know no matter how hard I try to win your heart
ga akan mampu membuat kamu mengerti perasaan ku dan melihat keberadaan diriku
dihadapmu. Akan selalu ada sosok lain yang dapat menemani hari-hari mu tanpa
kehadiran diriku, just like u said “dengan siapapun harus enjoy” and I know now
the meaning of that word to you.
Namun ada kalanya ditengah
kesendirian jiwaku ada rasa rindu untuk mencoba memenangkan hatimu, mencoba membuat
engkau mendengar gemuruh hatiku setiap kali merindukan dirimu.
Ahhh ….. sudahlah , maafkan aku
yang tanpa sadar menuntut engkau untuk menyukai ku, mengharap engkau
menempatkan aku menjadi sesorang yang istimewa dihatimu, padahal aku yg terlalu
blind to see kalau aku ga lebih dari sepotong kesenangan sesaat yang dapat
digantikan dg siapapun.
Aku siap melepasmu sekarang, maaf
mengambil waktumu terlalu lama, maaf tidak pernah mengerti betapa aku akan
membosankan untukmu, maaf aku berharap terlalu jauh untuk menjadi sosok yang
berarti untukmu, maafkan ketidak mampuanku untuk enjoy dengan siapapun ….
Terima kasih untuk untuk semua
pengorbanan-mu mencoba membuat aku berarti untuk kamu meski bertentangan dengan
isi hati mu, sungguh terima kasih..
Mencintaimu adalah anugerah untuk ku ....