May 8, 2016

the last moment

Sebulan lebih telah berlalu after my huge fight and debate with you. Those awful words stand still, inside my heart and mind, mengikis sedikit demi sedikit rasa yang ada. I starting feel strange to you, dan semakin hari semakin bertambah rasa enggan untuk mencoba membuat diriku berarti untuk mu. Coz I know no matter how hard I try to win your heart ga akan mampu membuat kamu mengerti perasaan ku dan melihat keberadaan diriku dihadapmu. Akan selalu ada sosok lain yang dapat menemani hari-hari mu tanpa kehadiran diriku, just like u said “dengan siapapun harus enjoy” and I know now the meaning of that word to you.

Namun ada kalanya ditengah kesendirian jiwaku ada rasa rindu untuk mencoba memenangkan hatimu, mencoba membuat engkau mendengar gemuruh hatiku setiap kali merindukan dirimu.

Ahhh ….. sudahlah , maafkan aku yang tanpa sadar menuntut engkau untuk menyukai ku, mengharap engkau menempatkan aku menjadi sesorang yang istimewa dihatimu, padahal aku yg terlalu blind to see kalau aku ga lebih dari sepotong kesenangan sesaat yang dapat digantikan dg siapapun.

Aku siap melepasmu sekarang, maaf mengambil waktumu terlalu lama, maaf tidak pernah mengerti betapa aku akan membosankan untukmu, maaf aku berharap terlalu jauh untuk menjadi sosok yang berarti untukmu, maafkan ketidak mampuanku untuk enjoy dengan siapapun ….


Terima kasih untuk untuk semua pengorbanan-mu mencoba membuat aku berarti untuk kamu meski bertentangan dengan isi hati mu, sungguh terima kasih..

Mencintaimu adalah anugerah untuk ku ....