November 12, 2014

Tuhan besertaku in Memoriam of Oma A.P.Sapulete



(when I am down..)/ICA
Lahir sebagai anak sulung dari 5 saudara, itulah aku!
Bertumbuh dalam lingkungan yang disebut “anak tangsi” tidak membuat aku minder ataupun rendah diri, kenyataannya kenangan masa kecil dengan memakai “celana monyet” masih terbayang jelas dalam ingatanku.
Menjalani hidup dan masa depan yang aku belum tahu akan seperti apa tetap aku lewati dengan sukacita, kegembiraan dan keceriaan seorang bocah karena Tuhan besertaku

(you raise me up..)/SHEILLA
Memasuki masa remaja dan berlanjut dengan masa kedewasaan banyak hal hebat dan dahsyat yg terjadi, dari aku harus kehilangan sosok ibu saat aku masih kecil, melihat adik-adik ku terpisah dariku, serta didikan keras dan disiplin dari ayahku untuk menjadikanku setegar batu karang dlm menghadapi kehidupan, itu sebagian corak  yg mewarnai hidupku.
Aku menangis…. aku tertawa, namun aku tidak takut karena aku tahu Tuhan besertaku…

(INSTRUMENT)/JANET
Pemuda jangkung dan gagah asal Maluku bernama Max Millianus Sapulete, dialah pilihanku untuk menjadi soulmate dalam aku menjalani dan mengisi masa depanku dalam ikatan pernikahan kudus. Kami memiliki 13 anak, meski yang Tuhan ijinkan utk kami besarkan hanya 8 orang, mereka adalah :
Edwin Sapulete, Royston Andre Frits Sapulete, Corina Juliana Eleanor  Sapulete, Ylona Marlene Tiatira Sapulete, Walda Argeanne Sapulete, Sonya Barbara Sapulete, Jaulo Ippo Festo Sapulete dan Marcha Alcrista Valetta Sapulete, dan aku bersyukur pada Tuhan untuk kehadiran anak-anakku yang membuat hari-hariku menjadi lebih berwarna dengan tingkah laku mereka, entah saat mereka membuat aku marah,tertawa,sedih ataupun gembira. Mereka adalah permata hatiku. ada kalanya aku kuatir kehilangan mereka, jika begitu aku bertelut dan berdoa untuk mereka semua, dan saat itu aku tahu TUHAN besertaku…

(you raise me up…bait terakhir)DEBBY
Kini aku berusia 90 tahun, aku sudah mengalami banyak hal dalam hidup ini, kehilangan orang-orang terkasih, kelahiran cucu-cucu serta cicit-cicit ku, mengalami kesedihan dan kebahagiaan…yah semua warna kehidupan itu sudah aku alami…
Meski kini tubuhku lemah dan renta, ingatanku sudah banyak berkurang, serta langkahku tertatih-tatih, namun semangat hidupku tidaklah menua, karena aku tahu TUHAN masih tetap besertaku…